LAIPORI – Workshop Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) memasuki hari keempat pada Selasa, 23 Juli 2026, di Ruang Serbaguna sekolah. Kegiatan yang diikuti oleh Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, guru, dan tenaga kependidikan (tendik) ini difokuskan pada penguatan kemampuan administrasi digital, penyusunan perangkat pembelajaran, perumusan kegiatan kokurikuler, micro teaching, serta refleksi hasil pelaksanaan workshop selama empat hari. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran sebagai upaya mendukung peningkatan literasi dan numerasi di sekolah.
Pada hari keempat pelaksanaan workshop MGMP, peserta menyelesaikan berbagai tagihan penyusunan perangkat pembelajaran yang telah dikerjakan sejak awal kegiatan. Selain itu, peserta memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan administrasi digital melalui wadah penyimpanan berbasis daring yang memungkinkan dokumen diakses dan dikelola secara bersama oleh seluruh guru.
Workshop juga diisi dengan penyusunan rancangan kegiatan kokurikuler, pelaksanaan micro teaching sebagai sarana meningkatkan kompetensi mengajar, serta sesi refleksi untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan selama empat hari. Melalui kegiatan tersebut, guru diharapkan mampu menerapkan hasil workshop dalam proses pembelajaran di kelas secara lebih efektif dan terstruktur.
Pengawas Sekolah, Florencia C.N. Djae, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas komitmen para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia berharap hasil yang diperoleh selama workshop dapat menjadi bekal dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. “Semoga proses penyusunan modul ajar perangkat pembelajaran selama empat hari ini akan menjadi bekal guru-guru dalam melaksanakan tugasnya,” ujar Florencia C.N. Djae, S.Pd.
Pelaksanaan workshop ini dilatarbelakangi oleh hasil Rapor Pendidikan SMP Negeri 3 Pandawai yang menunjukkan capaian literasi dan numerasi masih rendah dibandingkan target yang diharapkan. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pemahaman siswa dalam proses pembelajaran sehingga diperlukan penguatan kompetensi guru, terutama dalam perencanaan pembelajaran dan pengelolaan administrasi secara digital.
Melalui penerapan administrasi digital yang terintegrasi dan penyusunan perangkat pembelajaran yang lebih sistematis, sekolah berharap kolaborasi antarguru dapat semakin meningkat. Penggunaan penyimpanan dokumen secara daring juga diharapkan mempermudah koordinasi, pemantauan, dan pengembangan perangkat pembelajaran secara berkelanjutan.
Workshop MGMP hari keempat menjadi penutup rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama empat hari. Hasil penyusunan perangkat pembelajaran, penguatan administrasi digital, serta refleksi yang dilakukan diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam proses belajar mengajar. Sekolah menargetkan berbagai upaya tersebut mampu mendukung peningkatan mutu pembelajaran sehingga berdampak pada meningkatnya capaian literasi dan numerasi peserta didik di SMP Negeri 3 Pandawai. [*]
